Literasi Kebencanaan: Hidrologi, Konsep Aliran Air, Penyebab Banjir dan Dinamika Lingkungan
$66.18
$82.73
Literasi kebencanaan merupakan kemampuan masyarakat untuk mengenali, memahami dan memanfaatkan informasi mengenai bencana, termasuk tanda-tanda awal, risiko dan langkah penanganannya. Dengan adanya literasi kebencanaan masyarakat tidak hanya mampu memahami teori tetapi juga dapat bertindak dengan langkah yang sesuai dan tepat dalam situasi darurat, contohnya mengetahui dan memahami jalur evakuasi, mempersiapkan tas darurat atau dapat memberikan pertolongan pertama. Bencana yang sering terjadi di Indonesia salah satunya adalah banjir. Penyebab terjadinya banjir biasanya dipicu oleh curah hujan yang tinggi, drainase yang buruk, hingga perilaku manusia seperti membuang sampah sembarang atau deforestasi. Pemahaman dasar mengenai siklus hidrologi, terutama siklus air dan aliran permukaan dapat membantu menjelaskan bagaimana terjadinya banjir dan pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan. Buku ini membahas apa saja yang menjadi faktor penyebab banjir, baik dari alam atau akibat ulah manusia dan dinamika lingkungan seperti urbanisasi dan perubahan iklim yang memperburuk risiko banjir. Dampak yang muncul tidak hanya kerugian ekonomi dan sosial, tetapi juga kerusakan lingkungan. Upaya mitigasi dan adaptasi menjadi poin utama untuk mengurangi risiko terjadinya banjir. Upaya ini mencakup pendekatan struktural seperti pembangunan tanggul dan non struktural seperti edukasi krepada masyarakat setempat, konservasi lingkungan dan revitalisasi ruang terbuka hijau. Selain itu, kesiapsiagaan masyarakat seperti persiapan tas darurat, tindakan ketika banjir hingga langkah pasca banjir juga menentukan indeks keberhasilan penanggulangan bencana. Keseluruhan isi buku menyadarkan bahwa banjir tidak bisa dihindari sepenuhnya tetapi dapat diminimalkan melalui pengetahuan, kesadaran dan kerjasama semua pihak. Dengan memiliki literasi kebencanaan yang baik masyarakat dapat lebih siap, tangguh dan mampu menjaga keberlanjutan lingkungan untuk mengurangi risiko bencana di masa depan.
Ilmu Alam